INILAH.COM, Kubu Raya - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kubu Raya tidak mau mengambil resiko terjadinya kebocoran soal tes ulang CPNS yang akan dilaksanakan Sabtu (8/9/2012) besok.
Pengamanan pun dilakukan super ketat. Sejumlah aparat dikerahkan untuk mengamankan soal, mulai dari kepolisian, Sat Pol PP, petugas panitia bahkan dari Lembaga Sandi Negara dan Kementerian PAN ikut mengawal pencetakan hingga distribusi soal agar tidak terjadi kebocoran.
"Pengamanannya dijaga selama 24 jam selama pencetakan hingga pada saat akan didistribusikan. Setiap hari akan dijaga dua orang polisi dan dua orang Sat Pol PP juga ditambah lagi dari keamanan perusahaan percetakan," ungkap Kepala BKD Kubu Raya, M. Noh Syaiman kepada BERKAT kemarin.
Dikatakan Noh, bahwa master soal telah datang pada tanggal 4 September kemarin yang langsung dibawa oleh petugas Lembaga Sandi Negara dan Kementerian PAN dari Jakarta.
Pengamanan pun dilakukan super ketat. Sejumlah aparat dikerahkan untuk mengamankan soal, mulai dari kepolisian, Sat Pol PP, petugas panitia bahkan dari Lembaga Sandi Negara dan Kementerian PAN ikut mengawal pencetakan hingga distribusi soal agar tidak terjadi kebocoran.
"Pengamanannya dijaga selama 24 jam selama pencetakan hingga pada saat akan didistribusikan. Setiap hari akan dijaga dua orang polisi dan dua orang Sat Pol PP juga ditambah lagi dari keamanan perusahaan percetakan," ungkap Kepala BKD Kubu Raya, M. Noh Syaiman kepada BERKAT kemarin.
Dikatakan Noh, bahwa master soal telah datang pada tanggal 4 September kemarin yang langsung dibawa oleh petugas Lembaga Sandi Negara dan Kementerian PAN dari Jakarta.
Dan saat ini telah memasuki masa pencetakan. Lembar soal akan selesai dicetak pada tanggal 7 September (hari ini). Dan Sabtu (8/9) besok pagi langsung didistribusikan ke 14 titik lokasi tempat dilaksanakan tes ulang.
"Untuk perusahaan percetakan kita rahasiakan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Yang jelas, dijamin aman tidak akan terjadi kebocoran. Karyawannya sudah dikarantina juga. Jadi tempat pencetakan harus steril dari pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Ini juga tetap menjadi tanggung jawab percetakan jangan sampai terjadi kebocoran," tegasnya.
Setelah itu Sabtu (8/9/2012) besok pagi, lembar soal akan didistribusikan ke 14 titik lokasi tempat ujian yang menggunakan sejumlah sekolah di Kubu Raya. Selama pendistribusian, lembar soal tersebut juga akan dikawal dua orang aparat kepolisian dan Sat Pol PP.
"Untuk perusahaan percetakan kita rahasiakan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Yang jelas, dijamin aman tidak akan terjadi kebocoran. Karyawannya sudah dikarantina juga. Jadi tempat pencetakan harus steril dari pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Ini juga tetap menjadi tanggung jawab percetakan jangan sampai terjadi kebocoran," tegasnya.
Setelah itu Sabtu (8/9/2012) besok pagi, lembar soal akan didistribusikan ke 14 titik lokasi tempat ujian yang menggunakan sejumlah sekolah di Kubu Raya. Selama pendistribusian, lembar soal tersebut juga akan dikawal dua orang aparat kepolisian dan Sat Pol PP.
Setelah di tempat lokasi, maka diserahkan kepada koordinator di lokasi tersebut yang selanjutnya diserahkan kepada pengawas. Untuk pengawas, telah disiapkan sebanyak 400 orang dimana setiap ruang akan diawasi oleh dua orang.
"Naskah soal ini sebelumnya dalam keadaan bersegel dan baru dibuka tepat pada jamnya. Kita mulai pelaksanaan tes pada jam 8.30 wib serentak. Dan pada sore harinya LJK itu akan langsung dibawa ke Jakarta oleh petugas CPNS Nasional. Jadi tidak bermalam di sini," tuturnya.
"Noh juga meminta peserta tes ulang wajib datang paling lambat satu jam sebelum pelaksanaan. Dan pada saat tes peserta dilarang membawa alat komunikasi seperti handphone. Namun hanya diperkenankan membawa pensil 2B dan pulpen. "Jadi sebelum masuk mereka akan diperiksa," ucapnya.
Hingga saat ini dari 3.961 peserta yang ikut baru sekitar 3 ribuan yang sudah melakukan pendaftaran. Jadi diperkirakan baru sekitar 90 persen.
"Naskah soal ini sebelumnya dalam keadaan bersegel dan baru dibuka tepat pada jamnya. Kita mulai pelaksanaan tes pada jam 8.30 wib serentak. Dan pada sore harinya LJK itu akan langsung dibawa ke Jakarta oleh petugas CPNS Nasional. Jadi tidak bermalam di sini," tuturnya.
"Noh juga meminta peserta tes ulang wajib datang paling lambat satu jam sebelum pelaksanaan. Dan pada saat tes peserta dilarang membawa alat komunikasi seperti handphone. Namun hanya diperkenankan membawa pensil 2B dan pulpen. "Jadi sebelum masuk mereka akan diperiksa," ucapnya.
Hingga saat ini dari 3.961 peserta yang ikut baru sekitar 3 ribuan yang sudah melakukan pendaftaran. Jadi diperkirakan baru sekitar 90 persen.
Dia mengimbau yang belum mendaftar diberi kesempatan hingga hari ini terakhir tanggal 7 September. Syaratnya tidak banyak hanya membawa foto 2 lembar dan KTP untuk mencocokan data pada tahun sebelumnya saat mendaftar.
Pemkab dan panitia juga membuka kesempatan kepada sejumlah pihak baik itu LSM, Ormas, media massa untuk memantau jalannya tes ulang.
Pemkab dan panitia juga membuka kesempatan kepada sejumlah pihak baik itu LSM, Ormas, media massa untuk memantau jalannya tes ulang.
"Silahkan pemantau yang akan mengawasi tapi tidak diperbolehkan masuk hingga ke dalam ruangan ujian karena batasnya hanya sampai diluar," ucapnya.
Terpisah, Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Mukson Munandar membenarkan akan dilakukan pengawalan ketat terhadap jalannya pelaksanaan tes ulang CPNS Kubu Raya.
"Sesuai permintaan dari panitia maka soal-soal tes akan dikawal ketat untuk menjaga kerahasiaan. Kuncinya yang pegang adalah tetap petugas yang ditunjuk oleh panitia," katanya saat dihubungi BERKAT via ponsel kemarin.
Disebutkan Mukson pengamanan dan monitoring yang dilakukan secara tertutup dan terbuka selama 24 jam. Mulai dari pencetakan hingga pada pendistribusian soal ke lokasi ujian sehingga jangan sampai ada arsip yang lepas dan bocor.
"Jumlah yang dikerahkan minimal empat orang. Untuk pendistribusian dikawal satu regu atau minimal 8 orang. Sedangkan di lokasi ujian akan dikawal minimal dua orang aparat kepolisian berpakaian preman. Mereka tugasnya monitor dari jarak jauh artinya tidak masuk dalam ruangan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya.
Mukson memastikan bahwa Kapolda Kalbar juga memantau pelaksanaan tes ulang CPNS Kubu Raya ini. Dan nantinya akan ada perwira dari Polresta yang akan turun ke lapangan memantau jalannya pelaksanaan tes ulang.
Terpisah, Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Mukson Munandar membenarkan akan dilakukan pengawalan ketat terhadap jalannya pelaksanaan tes ulang CPNS Kubu Raya.
"Sesuai permintaan dari panitia maka soal-soal tes akan dikawal ketat untuk menjaga kerahasiaan. Kuncinya yang pegang adalah tetap petugas yang ditunjuk oleh panitia," katanya saat dihubungi BERKAT via ponsel kemarin.
Disebutkan Mukson pengamanan dan monitoring yang dilakukan secara tertutup dan terbuka selama 24 jam. Mulai dari pencetakan hingga pada pendistribusian soal ke lokasi ujian sehingga jangan sampai ada arsip yang lepas dan bocor.
"Jumlah yang dikerahkan minimal empat orang. Untuk pendistribusian dikawal satu regu atau minimal 8 orang. Sedangkan di lokasi ujian akan dikawal minimal dua orang aparat kepolisian berpakaian preman. Mereka tugasnya monitor dari jarak jauh artinya tidak masuk dalam ruangan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya.
Mukson memastikan bahwa Kapolda Kalbar juga memantau pelaksanaan tes ulang CPNS Kubu Raya ini. Dan nantinya akan ada perwira dari Polresta yang akan turun ke lapangan memantau jalannya pelaksanaan tes ulang.
Mukson juga mengimbau kepada peserta ikuti ujian dengan jernih. Tidak menyalahi prosedur dan tidak percaya dengan penipuan terhadap oknum dengan janji muluk. [gus]
Sumber : Inilah










0 komentar:
Poskan Komentar